Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda pasti pernah mengalami hal yang satu ini. Merasakan kapasitas simpan pada harddisk yang dipasang di dalam komputer menciut dengan cepat. Maksudnya, dengan cepat Anda kekurangan kapasitas simpan. Ini sebenarnya tidak mengherankan, mengingat file-file video dari YouTube, koleksi foto hasil jepretan kamera digital yang kian tinggi resolusinya, plus aplikasi-aplikasi menarik yang sering Anda unduh, sunting, dan pakai, terus saja bertambah, sementara kapasitas harddisk tidak Anda tambah.
Kalau sudah begini, solusi yang paling praktis adalah dengan menambahkan sebuah harddisk portabel, alias eksternal. Mengapa kami sebut praktis? Sebab tidak perlu repot-repot buka casing dan menghubungkan kabel harddisk ke motherboard.
Praktis, Ringkas
Tinggal koneksikan saja harddisk portabel ke port USB/FireWire komputer via kabel yang disediakan, dan Anda sudah mendapat tambahan kapasitas, yang mungkin saja lebih besar dibandingkan harddisk yang bercokol dalam komputer Anda. Juga tidak perlu pasang power supply tambahan. Mudah dan cepat bukan?
Harddisk portabel, sesuai namanya, tentu mudah dibawa-bawa, termasuk dimasukkan dalam saku celana, karena bentuknya yang ringkas, kompak. Biasanya, harddisk portabel datang disertai dengan software backup. Memang fungsi harddisk portabel – tadinya – adalah sebagai media backup. Karena itu, harddisk portabel juga berfungsi sebagai pemulih (restorer) data dan file jika file ‘asli’ terkorupsi, karena virus misalnya.
Apa yang Perlu Diperhatikan?
Di pasar saat ini ada banyak sekali pilihan merek harddisk portabel, antara lain A-Data, Buffalo, Iomega, Imation, LaCie, Maxtor, Qnap, Samsung, Seagate, Toshiba, Transcend, dan Western Digital. Fisik harddisk portabel masa kini cantik, mungil, dengan kapasitas yang kian besar. Ada yang mengemaskan harddisk 1,8”, ada yang 2,5”, juga 3,5”. Tinggal pilih mana yang dibutuhkan.
Nah, agar Anda tidak terlalu repot memikirkan apa saja yang harus dipertimbangkan saat membeli harddisk portabel, berikut kami berikan sedikit panduan. Perhatikan hal-hal di bawah ini saat berbelanja harddisk portabel.
1. Kapasitas (kapasitas simpan file maksimal)
Kapasitas simpan harddisk portabel bervariasi, dimulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte). Jika Anda banyak bekerja dengan file video dan grafis, kami sarankan untuk memilih harddisk portabel dengan kapasitas terbesar yang bisa Anda beli.
Selain ditujukan sebagai suplemen harddisk di komputer desktop, kebanyakan harddisk portabel kini justru membidik pasar pengguna notebook dan netbook (mini notebook). Harddisk portabel yang ditujukan pada notebook/mini notebook hadir dalam dua ukuran: 2,5” dan 1,8”. Namun Anda juga tidak dilarang memilih yang berukuran 3,5”, kendati yang satu ini lazimnya ditujukan pada PC desktop. Tentu kenyamanan membawa-bawanya akan berbeda. Selain itu, harga harddisk portabel 1,8” pasti lebih mahal dibandingkan yang 2,5”, kendati keduanya berkapasitas tepat sama.
2. Kecepatan putar drive
Kecepatan putar disk sebagian ditentukan oleh kecepatan laju data, dan dinyatakan dalam rpm (rotation per minute). Umumnya harddisk portabel berputar pada kecepatan 5400rpm.
3. Besar buffer atau cache
Besarnya buffer mewakili jumlah memori yang di-cache, atau disimpan yang bisa ditangani oleh sebuah drive ketika menanti permintaan (request) berikutnya dari sistem. Besarnya buffer berkisar dari 2MB – 16MB. Semakin besar ukuran buffer, semakin banyak data yang bisa disimpan dan semakin cepat pengantaran datanya. Namun semakin besar ukuran buffer yang dikemaskan sebuah harddisk portabel, akan semakin mahal pula harga harddisk portabel tersebut.
4. Fitur Recovery
Pilihlah harddisk portabel yang dilengkapi dengan fitur backup and recovery. Fitur ini berguna di saat file-file Anda mengalami kerusakan atau korupsi data akibat hilangnya asupan listrik secara tiba-tiba, atau pun akibat serangan virus. Melalui fitur recovery, Anda akan bisa memulihkan data yang hilang/rusak.
5. Kemampuan PnP (plug and play)
Tancapkan kabelnya dan harddisk portabel langsung bisa dipakai tanpa perlu instalasi driver atau software apa pun, begitu maksud PnP. Kemampuan PnP khususnya diperlukan jika Anda bermaksud menggunakan satu harddisk portabel di beberapa komputer – PC di kantor, netbook di luar kantor, atau notebook di rumah.
Salah Satu Pilihan: Imation Apollo
Dari sekian banyak pilihan harddisk portabel yang tersedia di pasar, mari kita tilik salah satunya. Namanya keren, Apollo. Produk ini dibesut oleh Imation. Imation? Lho, bukankah Imation adalah merek produk magnetic tape? Benar, tetapi itu dulu.
Beberapa waktu lalu Imation memang tersohor akan produk removable data storage berupa magnetic tape, tape cartridge dan disket. Namun belakangan perusahaan yang merupakan bagian dari 3M itu mulai berdiri sendiri. Imation kemudian melahirkan produk CD-RW dan DVD-RW, lalu USB flash disk dan Blu-ray recordable optical media. Empat perusahaan pun – Memorex, TDK, Memcorp,dan XtremeMa – diakuisisi untuk memperkuat tawaran produk. Tawaran mutakhir mereka adalah SSD (solid state disk).
Di tanah air, Imation Apollo masuk melalui jaringan distribusi Datascrip. Casing harddisk portabel ini berwarna hitam – disebut midnight black - yang memberinya kesan gagah, sekaligus kokoh. Namun motif alumunium case di badan harddisk portabel ini membuat perangkat penyimpan data tersebut tidak licin saat dipegang maupun dibawa-bawa.
Tampilan badan Apollo terlihat minimalis. Hanya ada LED berwarna biru sebagai indikator akses, dan sebuah port USB. Harddisk portabel ini datang dalam dua pilihan kapasitas: 320GB dan 500GB. Namun jika kapasitas tersebut menurut Anda masih kurang besar, Imation juga menawarkan versi yang berkapasitas 1TB, yang dijuluki Apollo Pro, dalam form factor 3,5”.
Dalam kotak pembungkus Imation Apollo, selain unit storage, Anda akan menemukan sebuah kabel USB. Kabel USB 2.0 yang dibundelkan tersebut memperlihatkan konektor full-sized di kedua ujung: satu untuk transfer data dan satu lagi untuk power. Jangan salah menancapkan ujung kabel USB ini. Jika salah pasang, bisa jadi harddisk portabel yang Anda koneksikan itu tidak akan kunjung dideteksi oleh sistem komputer yang Anda gunakan.
Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa kabel USB-nya seperti itu? Ini memang disengaja untuk mengantisipasi penggunaan Imation Apollo pada komputer yang asupan listrik bus-nya terbatas, seperti PC-PC lama. Ingat, harddisk portabel tidak membutuhkan power supply sendiri, tetapi mengambil daya dari komputer yang dikoneksikan kepadanya. Karena itu, jika pasokan daya listrik tidak memadai, sistem komputer tidak mampu mendeteksi/mengenali keberadaan harddisk portabel. Pada Apollo, pasokan listrik akan disuplai langsung oleh sistem komputer melalui kabel USB.
Selain unit dan kabel USB, kita juga akan memperoleh sebuah aplikasi backup, yakni ArcSoft TotalMedia Backup untuk Mac dan PC. Software ArcSoft TotalMedia Backup itu harus di-install, teapi jangan kuatir, instalasinya tidak bertele-tele, alias mudah.
Yang juga penting, pengoperasian TotalMedia Backup pun disebutkan mudah saja. Dengan software backup tersebut kita akan dapat memilih untuk otomatis men-scan harddisk untuk memilih file audio, video dan foto, dokumen pribadi, atau file dan folder yang akan di-backup. Pilihan dokumen pribadi ini bisa ditambahi kategori sendiri. Backup penuh atau inkremental dari file-file yang telah berubah dari format aslinya – MPG, DOC, AVI, dan lain-lain - tentu boleh dilakukan.
Pada software yang sama juga sudah tersedia Scheduler untuk membuat jadwal yang berbeda untuk tipe file yang berbeda. Scheduler dapat digunakan untuk memilih koleksi file dan folder tertentu yang akan di-backup kapan saja.
Jika tertarik dengan harddisk portabel 2,5” Imation Apollo, Anda dapat membelinya dengan harga Rp 990 ribu (untuk kapasitas 320GB). Sedangkan jika ingin Apollo berkapasitas 500GB, siapkan dana lebih besar, tepatnya Rp 1,485 juta.
SPESIFIKASI Imation Apollo Portable Hard Drive
Tipe: Harddisk eksternal/portabel
Form factor: 2,5”
Antarmuka: USB Hi-Speed
Kapasitas: 320GB/500GB
Buffer: 8MB
Klaim kecepatan: 480MBps, 5400rpm
Kompatibilitas: Microsoft Windows Vista/2000/XP; Apple MacOS X 10.2.8 atau di atasnya, Linux 2.4 atau setelahnya
Kelengkapan:
- Kabel USB
- Software backup ArcSoft TotalMedia Backup
Dimensi (plt) 12,74x8,09x1,72 cm
Bobot: 160 gram
Selengkapnya...
Minggu, 10 Mei 2009
Tip Memilih Harddisk Portabel
"Netbook" Langsung ke Jaringan Seluler
AKHIRNYA datang juga. Itulah harapan besar bagi para pendamba ”netbook” atau ”notebook” khusus jaringan dengan hadirnya Aspire One versi terbaru. Koneksi ke jaringan seluler sudah tinggal memasukkan kartu SIM, tidak perlu lagi repot menambahkan kartu data atau modem seluler.
Hadirnya netbook versi pertama lebih dari empat bulan lalu setidaknya sudah banyak memberikan solusi bagi sebagian pengguna yang memiliki mobilitas yang tinggi. Dengan berat sekitar 1 kilogram waktu itu, tidak banyak berbeda dengan buku catatan yang sesungguhnya sehingga saat rapat tidak lagi perlu membawa buku diary.
Pengguna personal digital assistant (PDA ) tidak perlu lagi memicingkan mata lagi dengan menggunakan netbook. Layar LCD selebar 8,9 inci untuk netbook Acer dan papan ketik yang nyaman sangat mudah untuk melakukan pekerjaan cepat dan tinggal menambahkan mouse jika ingin lebih praktis.
Meskipun demikian, mobilitas sedikit terkendala, konektivitas ke jaringan tidak lengkap. Konektivitas menggunakan jaringan WiFi ternyata tidak bisa diandalkan di negeri ini untuk aktivitas yang mobile, fleksibilitas jaringan seluler masih jauh lebih tinggi untuk mereka yang aktivitasnya sering berpindah-pindah tempat.
Pada model terbaru, Aspire One sudah menghilangkan hambatan ini, bahkan pembeli produk Acer model keempat ini langsung mendapatkan kartu SIM untuk data Broom dari Indosat. Sementara pengguna, selain tinggal mencolokkan kartu SIM, juga masih bisa memilih untuk penggunaan WiFi atau dengan kabel ethernet.
Pada model sebelumnya untuk berhubungan ke jaringan harus menambahkan modem seluler. Bahkan, pada model yang pertama yang masih menggunakan sistem operasi Linux khas Acer yang mereka sebut Linpus, pengguna masih kesulitan mendapatkan driver modem khusus untuk lingkungan Linux.
Pada model kedua dan ketiga Acer sudah mengeluarkan versi Windows XP, di mana kebanyakan modem seluler menyediakan driver untuk lingkungan XP. Namun, ketiga model pertama itu belum menyertakan modem di dalamnya, seperti model keempat yang baru. Pada netbook terbaru itu sudah menanamkan modem dari Qualcomm yang bisa akses ke jaringan seluler hingga kecepatan high-speed downlink packet access (HSDPA) atau 3,5G.
Aspire One
Dengan hadirnya Aspire One model terbaru ini setidaknya memperlihatkan bagaimana pihak Acer terpaksa menggeser spesifikasi teknis yang ideal untuk sebuah netbook. Tuntutan pasar yang sudah terlanjur banyak mengenal sistem operasi Windows tampaknya sangat kuat di negeri ini.
”Ketika meluncurkan Aspire One yang pertama, kami selalu mendapat pertanyaan apakah netbook ini bisa diinstal sistem operasi Windows,” kata Munir Werlin, Manager Channel Development Dept Acer Indonesia, saat bertandang ke kantor Redaksi Kompas, pekan lalu, melukiskan keinginan pasar itu.
Secara fisik, keempat model Aspire One ini sebenarnya tidak ada bedanya, hanya pada baterai yang terlihat lebih besar. Penggunaan sistem operasi Windows mau tidak mau membuat produsen harus menanamkan hardisk lebih besar, penggunaan hardisk dan kerja sistem operasi Windows tidak saja lebih berat, tetapi juga lebih rakus dengan penggunaan daya listrik.
Pemakaian sistem operasi Linux sebenarnya lebih ideal, selain cepat dibuka, juga lebih hemat baterai dan tidak membutuhkan penyimpan yang begitu besar. Sementara aktivitas kantor bisa dikerjakan sama seperti pengguna Windows, hanya terkendala pada koneksi ke jaringan seluler.
Untuk Linux bisa menggunakan OpenOffice yang setara dengan Microsoft Office. Berkas-berkas tulisan melalui fitur Writer (serupa dengan Word) yang disimpan dalam ekstensi berkas doc (sama dengan ekstensi Word 95/97/2000/XP maupun Word 6.0), rtf, txt, html, xml.
Selain fungsi office lain, seperti Spreadsheets (seperti Excel), Presentations (untuk PowerPoint), termasuk fungsi Photo Master untuk membuka hasil potretan dari kamera digital, Media Master untuk menampilkan video dan musik digital.
Dengan demikian, pada versi pertama netbook hanya menggunakan hardisk jenis SSD berkapasitas 8 GB dan RAM 1 GB saja, tidak ubahnya seperti PDA biasa, Penambahan sistem operasi Windows XP terpaksa harus dilakukan penyesuaian dengan menambah hardisk sebesar 120 GB dan kemudian diperbesar menjadi 160 GB.
Pemahaman yang salah atas netbook dari sebagian besar pengguna juga merupakan salah satu penyebab tidak optimalnya penggunaan netbook versi perdana. Pengguna masih menganggap netbook sebagai notebook murah yang siap dijejali dengan berbagai macam program aplikasi yang sebagian besar memang berbasis Windows.
Penjejalan berbagai program aplikasi jelas akan membuat kinerja netbook akan semakin lambat. Akibatnya, fungsi mobilitas tidak lagi bisa seperti gagasan yang diharapkan semula dan tampaknya memang masih memerlukan edukasi sebelum fungsi netbook bisa seperti yang diharapkan semula.
Mendongkrak
Penggunaan sistem operasi Windows juga mendongkrak harga netbook ini hingga 50 persen, di mana pada versi awal keluar dengan harga kurang dari Rp 4 juta. Pada harga yang pertama hampir pasti akan membuat orang bimbang untuk membeli antara netbook dan ponsel PDA yang harganya lebih tinggi.
Dengan harga baru pun netbook, yang sudah memiliki kamera untuk melakukan chatting video ini, masih menarik karena masih banyak ponsel pintar atau PDA yang harganya di atas Rp 6 juta, apalagi jika krisis ekonomi dunia pada kesempatan mendatang mulai berimbas.
Bangunan dasar netbook ini masih belum berubah sejak dikeluarkannya versi perdana, yaitu sudah menggunakan prosesor Intel atom berkecepatan 1,6 GHz. Prosesor atom dirancang untuk hemat energi, semula datang dengan lima varian dari 800 MHz sampai 1,86 GHz yang membutuhkan daya dari 160 mW (miliwatt) sampai 220 mW.
Selain koneksi ke jaringan seluler 3G (termasuk HSDPA), juga koneksi LAN kabel dan WiFi untuk standar 802.11b/g sangat menarik untuk digunakan di luar negeri yang banyak memiliki koneksi WiFi yang gratis. Diperkirakan koneksi 3G dalam waktu dekat juga akan diikuti perusahaan lain seperti Asus dengan produk netbook yang diberi nama Eee PC.
Netbook sangat fenomenal, diperkirakan sampai tahun 2011 akan tersedia lebih dari 50 juta di seluruh dunia. Selain Aspire One, perangkat netbook yang hadir sejak Juni lalu itu adalah seperti OLPC XO-1, One A110, HP 2133 Mini-Note PC, Asus Eee PC, CloudBook, Classmate PC, MSI Wind PC, dan VIA OpenBook.
Selengkapnya...
Memangku Laptop, Katanya Berbahaya
Sebagai pengguna laptop, Anda pasti tahu bahwa setelah dipakai beberapa saat perangkat itu akan terasa sedikit hangat. Memang jika Anda meletakkan laptop itu di meja, hanya sedikit kehangatan itulah yang akan Anda rasakan. Namun jika Anda memangkunya, hmmm, Anda bisa membahayakan kesehatan Anda.
Benarkah memangku lapotp berbahaya? Bukti pasti tentang itu memang belum ada. Namun pada tahun 2002, sebuah surat ke jurnal kesehatan The Lancet mengisahkan bagaimana seorang ilmuwan Swedia yang berusia 50 tahun telah membuat bagian intim dari tubuhnya terbakar setelah ia menggunakan laptop di pangkuan selama satu jam, tentu saja dengan berpakaian lengkap. Serem ya?
Namun ada yang lebih mengerikan, khususnya bagi kaum adam. Sebuah riset menunjukkan hubungan kuat antara kenaikan temperatur di (maaf) biji kemaluan dan berkurangnya jumlah sperma. Salah satu studi menemukan bahwa meningkatkan suhu harian rata-rata (maaf) biji kemaluan satu derajat saja telah mengurangi konsentrasi jumlah sperma sampai 40%.
Bagi para lelaki muda, dampak dari laptop yang panas ini bisa jauh lebih lama. Studi yang dilakukan di State University of New York di Stony Brook mengukur suhu daerah intim dari 29 sukarelawan sehat ketika mereka merapatkan pahanya untuk memangku laptop. Setelah satu jam, suhu daerah itu meningkat rata-rata 2,1 derajat Celcius. Ketika eksperimen ini diulangi dengan benar-benar memangku laptop, kenaikan suhu bertambah 0,7 derajat C.
Dr Yefim R Sheynkin (Associate Professor of Urology di Stony Brook) mengatakan bahwa “peningkatan jangka pendek tak-berulang di temperatur (maaf) kantung kemaluan itu bersifat reversibel.” Tetapi ia juga mengingatkan bahwa paparan berulang yang sering tidak akan memberi fungsi (maaf) biji kemaluan kesempatan untuk pulih sepenuhnya, yang bisa menyebabkannya cacat permanen.
Panas, Panas …..
Tidak ada satu pun komponen dalam komputer yang dirancang khusus untuk menghasilkan panas, tetapi kebanyakan menghasilkan panas sebagai efek samping. Putaran jarum pada harddisk, prosesor dan chip grafis biasanya menghasilkan panas yang paling besar.
Pada PC desktop cukup mudah melakukan pendinginan (melalui kipas yang kuat dan juga luasnya kantung udara di dalam casing). Namun pada PC berfisik kecil yang dijinjing-jinjing ini, proses pendinginan memang menjadi sebuah tantangan tersendiri.
Pada umumnya laptop, panas dihalau dari prosesor melalui heatsink, yang kemudian didinginkan oleh sebuah kipas kecil.
Prosesor laptop masa kini bekerja pada sekitar 50 derajat C, dan suhu itu bisa meningkat sampai di atas 90 derajat C jika kinerjanya didongkrak. Jika suhu ini dibiarkan tidak terkontrol, prosesor bisa terbakar. Karena itulah chip masa kini punya sensor panas dan bisa menurunkan kecepatannya jika menjadi terlalu panas.
Mendinginkan laptop secara efektif bukanlah sekadar menjaga agar setiap komponen bekerja pada suhu operasi yang cocok. Panas harus mengalir ke luar. Jika tidak, panas akan menumpuk di bagian-bagian laptop yang bersentuhan dengan penggunanya, seperti bagian alas, keyboard, dan dudukan tangan (palmrest).
Laptop yang dirancang dengan baik menghalau panas dari lokasi-lokasi tersebut. Pada beberapa model, panas bahkan diteruskan melalui engsel layar dan tutup notebook, sehingga bisa tersalurkan ke luar.
Pakai Meja
Jadi apa yang dilakukan untuk menurunkan panas yang diantarkan laptop ke pangkuan Anda? Cara paling mudah adalah memperbesar jarak antara keduanya dengan selalu meletakkannya di meja kerja. Namun jika terpaksa memangkunya, gunakan ‘tatakan’, bantal, atau meja laptop khusus atau paling tidak, sebuah majalah yang tebal di antara laptop dan paha Anda.
Saat ini kebanyakan laptop juga menyertakan software yang dapat mendinginkan dirinya. Para manufaktur biasanya membundelkan program manajemen daya yang memungkinkan Anda mengatur kinerja berbagai komponen.
Ini tidak cuma menghemat daya batere dengan mengurangi kecepatan clock prosesor dan mematikan komponen-komponen seperti harddisk yang menganggur setelah beberapa lama, tetapi juga dapatmengurangi keluaran panas. Mengatur prosesor ke daya terkecilnya, membiarkan harddisk berhenti berputar setelah beberapa menit dan membiarkan kipas pendingin pada setelan medium atau tinggi bisa mengurangi suhu laptop Anda.
Seiring dengan kian cepat dan hebatnya komputer, para manufaktur pun dipaksa mempertimbangkan panas dari komponen-komponen yang dipakai agar bisa tetap dingin. Contoh, kecepatan bus memori yang meningkat berarti memori laptop SODIMM juga dapat menghasilkan panas yang cukup besar. Untuk mengatasinya, Intel mengembangkan modul memori dengan sensor thermal yang, seperti prosesor, bisa menurunkan kecepatan memori untuk menghemat daya dan mengurangi panas.
Walaupun pasti akan muncul beragam inovasi lain untuk membantu pendinginan laptop, mereka harus berpacu dengan prosesor, memori dan sistem grafis yang semakin hebat. Saat ini memang tidak ada studi pasti yang menghubungkan laptop yang panas dengan masalah kesuburan atau gangguan kesehatan, tetapi laptop yang dingin di luar pasti akan membuat penggunanya nyaman.
PERHATIAN: Titik Panas Laptop Anda
Sebuah laptop bisa menjadi sangat panas. Di mana saja titik-titik panas tersebut?
Biasanya bagian terpanas dari laptop (bisa mencapai 46,6 derajat C) terjadi di bagian atas keyboard dan bagian tengah dudukan pergelangan tangan ( wrist rest), karena di situlah letak prosesor dan juga komponen pendingin. Bagian bawah layar biasanya juga cukup hangat. Bagian ini menjadi tempat bagi elektronika pengontrol.
Yang juga merupakan titik panas adalah bagian bawah laptop. Di sini suhunya bahkan bisa mencapai 50 derajat C.
Selengkapnya...
Bagaimana Memilih Notebook Mungil?
Sederhana dan terjangkau. Praktis dan mungil. Notebook mungil, atau netbook begitu sebutannya jika prosesornya dibuat Intel, dirancang sebagai sistem kedua yang bisa Anda masukkan ke dalam tas dan bawa ke mana-mana.
Notebook mungil mampu memberikan layanan Web, e-mail, dan aplikasi produktivitas dalam badan yang ukurannya tidak lebih dari sebuah buku agenda. Biasanya bobot perangkat kurang dari 1,5kg, dimotori prosesor hemat daya dari Intel atau VIA, punya layar 7” – 10”, memori 512MB – 1GB, storage berupa harddisk atau SSD (solid state disk), lengkap dengan sistem operasi Windows atau Linux.
Namun ukurannya yang lebih kecil menyebabkan notebook mungil ini tidak dapat seperkasa saudaranya. Kita tidak akan menemukan prosesor dual-core atau fitur discrete graphics di sini. Yang kita peroleh adalah kebebasan bergerak (portabilitas) pada harga yang tidak semahal sebuah ultraportabel .
Saat ini ada banyak merek notebook mungil beredar di pasar. Karenanya, memilih mana yang paling cocok untuk kebutuhan Anda mungkin tidak lagi mudah. Nah, agar tidak terlalu pusing, perhatikan hal-hal berikut:
Ukuran keyboard dan layar
Notebook mungil memang berukuran kecil, jadi penting untuk memilih mesin dengan ukuran layar dan resolusi yang nyaman di mata Anda. Mesin-mesin ini menawarkan layar berukuran 7” (antara lain Asus Eee PC 4G), 8,9” (Acer Aspire One, Asus Eee PC 901, HP 2133 Mini-Note, Lenovo IdeaPad S9, MSI Wind Notebook U90), atau 10” (Asus Eee PC 1000H, Axio Pico, MSI Wind Notebook U100, Lenovo IdeaPad S10).
Resolusi pada notebook berukuran kecil menjadi vital. Sebuah notebook mungil dengan resolusi 800x480 pixel akan menuntut Anda menggulung-gulung ke arah samping (horisontal) ketika Anda ingin melihat halaman sebuah situs Web secara utuh. Untunglah notebook mungil yang muncul belakangan menawarkan resolusi 1024x600 pixel, sehingga menjelajah Internet cukup menyenangkan.
Yang juga perlu diperhatikan adalah lebar keyboard. Kecuali jika jari-jemari Anda memang mungil, keyboard pada kebanyakan notebook mungil akan terasa sempit jika dibandingkan keyboard PC yang biasa Anda pakai. Keyboard yang paling lega pada notebook mungil mungkin adalah HP 2133 Mini Note (92%) dan MSI Wind Notebook U100 (92%), Acer Aspire One (89%). Namun ukuran bukanlah segalanya. Peletakan tombol juga perlu diperhatikan agar mudah dijangkau, atau justru sebaliknya, tidak mudah tersentuh.
Sistem operasi
LINUX: Banyak dari mini-notebook berharga murah datang pra-install dengan sistem operasi open source yang gratis, Linux. Variannya bisa Linpus Linux (Acer Aspire One), atau Xandros Linux (Asus Eee PC).
Penggunaan Linux’ sebenarnya menguntungkan. Selain ukurannya yang kecil, sistem operasi ini relatif lebih tangguh menghadapi serangan malware. Jangan kuatir dengan antarmukanya. Produsen notebook mungil sudah membuat agar penggunaan antarmuka Linux bisa semudah Windows. Dan jika suka utak-atik, Anda bisa membuat antarmuka 3D yang cantik dengan bantuan desktop manager seperti Compiz Fusion.
Satu ganjalan di sini: instalasi program bisa terasa sulit dan membutuhkan coba-coba dengan command line. Selain itu, tergantung pada versi Linux yang terpasang, mungkin ada juga software yang tidak kompatibel dengan notebook mungil Anda.
Berita baiknya, Canonical (perusahaan di balik sistem operasi desktop Ubuntu) sedang menyiapkan Ubuntu Netbook Remix, sebuah sistem operasi OEM-customizable yang dirancang untuk notebook mungil berprosesor Intel Atom. Sistem operasi ini akan datang pra-install pada sejumlah sistem akhir tahun ini.
WINDOWS: XP menjadi sistem operasi Windows yang umum ditemukan pada mini-notebook. Yang agak beda adalah HP, yang menawarkan Vista pada 2133 Mini-Note-nya. Windows kompatibel dengan nyaris semua program atau asesori yang tersedia di pasar saat ini. Sayangnya, karena pangsa pasarnya yang besar, mesin-mesin Windows cenderung menjadi target serangan malware, jadi paket sekuriti yang tangguh seperti Norton Internet Security 2008 perlu Anda tambahkan.
Prosesor
Saat ini ada dua perusahaan – Intel dan VIA - yang memproduksi prosesor yang dirancang untuk mendukung kecepatan dan efisiensi batere pada notebook mungil. Intel awalnya mendayai notebook mungil dengan prosesor Intel Celeron M processor (900MHz). Namun kini yang banyak digunakan adalah prosesor Intel Atom yang lebih efisien daya (800MHz sampai 1,8GHz).
Prosesor VIA’s C7-M (1,0GHz sampai 1,7GHz) memberikan kinerja yang lumayan (HP 2133 Mini-Note), tetapi tidak secepat saingannya yang berasal dari Intel. Selain itu notebook mungil yang didayai oleh prosesor VIA cenderung lebih cepat terkuras baterenya. Belum lama ini VIA memperkenalkan platform Nano (1,0GHz sampai 1,8GHz), yang dirancang untuk menyaingi Intel Atom dalam hal kinerja dan ketahanan batere, tetapi sistem ini belum kami jumpai di pasar.
Sistem storage
Notebook mungil saat ini menawarkan dua tipe storage: harddisk dan SSD (solid state disk). Masing-masing punya keunggulan dan kelemahan.
Harddisk memberikan keleluasan storage (MS Wind Notebook U100 dan Asus Eee PC 1000H datang dengan harddisk 80GB, Acer Aspire One A150 dan HP 2133 Mini-Note masing-masing menyertakan harddisk 120GB, sedangkan Axio Pico maupun Lenovo IdeaPad S10 membundelkan harddisk 160GB), tetapi harddisk lebih rentan terhadap guncangan dan menghasilkan lebih banyak panas akibat bagian-bagiannya yang berputar.
SSD lebih cepat, lebih tahan terhadap guncangan dan kejutan dan juga lebih dingin. Namun karena harganya masih mahal, kapasitasnya pun masih belum terlalu besar.
Nah, jika Anda mementingkan kapasitas storage, pilihlah mini-notebook yang mengemaskan harddisk. Namun jika Anda mengutamakan perlindungan data dari guncangan dan kejutan, pilihlah SSD.
Jumlah port
Jika Anda suka mengkoneksikan kamera digital, MP3 player, atau bahkan monitor eksternal, tak perlu kuatir. Rata-rata notebook mungil menghadirkan tiga port USB 2.0, port VGA-out, dan slot kartu memori. Pengecualian adalah Lenovo IdeaPad S10 yang hanya memiliki dua port USB 2.0. Namun sebagai gantinya Lenovo IdeaPad S10 menyodorkan slot ExpressCard, cocok bagi Anda yang suka menggunakan kartu Internet broadband. Slot ExpressCard ini juga dibundelkan oleh HP 2133 Mini-Note.
Batere
Untuk sebuah notebook mungil yang dibawa-bawa ke mana saja, daya tahan batere menjadi penting. Sayangnya kebanyakan notebook mungil saat ini hanya menyediakan batere 3-cell berkapasitas 2000mAh. Daya tahan batere 3-cell ini umumnya di bawah 2 jam.
Karena itu akan sangat menyenangkan bila bisa mendapatkan batere 6-cell berkapasitas tinggi (high capacity). Milik Asus Eee PC 901 yang berkapasitas 6600mAh misalnya, bisa bertahan sekitar 6 jam.
Kualitas Webcam
Kebanyakan notebook mungil menanamkan Webcam 0,3 megapixel atau 1,3 megapixel untuk memfasilitasi Anda ngobrol sambil lihat-lihatan (video) dengan teman dan rekan kerja. Biasanya, semakin tinggi megapixel sebuah Webcam, semakin bagus/tajam gambarnya.
Asesori
Touchpad dan tombol-tombol mouse yang relatif kecil adalah hal biasa pada notebook mungil, tetapi Anda selalu bisa menambahkan sistem pengendali pribadi Anda, yakni mouse. Pilihlah yang nirkabel dengan dongle yang mungil, seperti Kensington SlimBlade Media Mouse atau Microsoft Wireless Notebook Optical Mouse 3000.
Jika Anda membuthkan lebih banyak storage untuk menyimpan koleksi foto, musik, video dan dokumen, jangan enggan membeli harddisk eksternal yang portabel.
Harga Beberapa Netbook
Asus Eee PC 901 Rp 4,75 juta
Axioo Pico Rp 4,95 juta
Acer Aspire One A150 US$ 530
Asus Eee PC 1000H Rp 5,15 juta
Lenovo IdeaPad S10 US$ 569
MSI Wind Notebook U100 Rp 5,9 juta
HP 2133 Mini-Note US$ 699
Selengkapnya...

